Adsense

Kamis, 05 Mei 2016

"BODOLER" Simple SSB TRANSCEIVER

http://s000.tinyupload.com/?file_id=64836818919744266230

Terinspirasi dengan rangkaian TRX yang minim komponen, saya teringat ekperimen 1-2 tahun lalu bersama om Amirudin YC2MAP. Target eksperimen nya adalah semaksimal mungkin menggunakan komponen yang bisa digunakan oleh RX & TX.

Ada beberapa cara yaitu mmenggunakan diode, transistor, atau relay sebagai saklar. Plihannya menggunakan relay, karena sederhana dan bisa bekerja pada spektrum RF maupun audio dengan isolasi yang tinggi. Menurut saya relay disini menjadi komponen termahal. Pensaklaran dilakukan untuk memindahkan jalur RF atau audio, bukan untuk catu daya, karena rawan suara ngentut atau ciet pada waktu penggantian dari RX ke TX. 
Agar bisa 'murah', bagian mixer, PD, dan BM menggunakan mixer diode 1N4148.
Sengaja rangkaian tidak menyertakan audio PA, karena tergantung kebutuhan. Bagi yang seneng QRP pasti akan pilih LM386, sedangkan yang ingin menggelegar akan pilih TDA2002/3. .Penggunaan arus (tanpa audio PA) lumayan rendah, sekitar 50mA.
Supaya sederhana, rangkaian mute RX dan AGC digabung menjadi satu. 
Relay 1 digunakan untuk saklar DC dari +12VRX dan +12VTX dan penggantian input/output audio dari preamp mic dan preamp audio (low noise, low impedance preamp).
Relay 2 digunakan untuk pergantian xtal filter + IF amp untuk RX dan TX.
Sedangkan Relay 3 untuk pergantian BPF & RF amp untuk TX dan TX.
Jumlah komponen sekitar 100 parts, cukup sedikit, bandingkan dengan BITX20. Baya ditaksir sekitar 50-100 ribu diluar PCB.

Silahkan bagi yang berminat, bisa gambar sendiri PCB layout-nya.






Jumat, 08 Januari 2016

BITX 4.1 40M SSB TRANSCEIVER

Part 1 & 2

Skema Exciter, 10W PA Linear, PCB Layout sudah bisa di download di BITX41


BITX20 dirancang oleh om Ashhar Farhan VU2ESE di tahun 2004, rancangannya sangat populer di dunia, bahkan pernah diwawancarai oleh CNN.
Banyak para hombrewer yang mengembangkannya menjadi kit-kit yang popular seperti MKARS80, Hendrick BITX, BITX V3a, V3b. Dan terakhir omYoke Kurnia YB3LVX mengembangkannya kembali menjadi Bixen.
BITX juga menjadi memori bagi saya, dimana thn 2004 saya bisa bikin perangkat 80m ssb transceiver dalam waktu seminggu, biasanya tahunan. Basisnya adalah BITX20.
Berikutnya, saya membuat lagi BITX Ver 3a (RAHUL SRIVATAVA VU3WJM), dengan banyak modifikasi (untuk memperbaiki sensitifitas, dan dinamika) dan untuk mengurangi masalah self osilasi dan total noise figure. Inilah modifiksinya; penambahan AGC, penambahan penguat mic, membuang penguat BM, dan terakhir menambah roofing filter.
Sebetulnya, modifikasi ini nggak banyak, jumlah komponen hanya bertambah +/- 10 parts (lihat lingkaran warna ungu).
1. BITX asli suaranya kurang kenceng, maka preamp audio diperbaiki dengan rangkaian cascade dengan penguatan lebih baik dengan input impedansi rendah dan noise rendah.Terminasi 47 ohm ditambahkan bersama dengan koil 1mH sebagai filter pasif.
2. Untuk menghindari suara ciet-ciet pada waktu PTT ditekan, dipasang masing2 transisitor di bagian penguat preamp dan penguat audio RX.
3. Penguat mic di tambah 1 transistor supaya lebih menggelegar, masalah timbul ternyata sering self osilasi, karena sinyal dari BM cukup kenceng.
4. Solusinya, penguat BM di buang dan diganti siode switch, dari BM langsung ke xtal filter.
5. pada Post mixer, resistor 220 diganti dengan RFC 22uH untuk memperbesar sinyal, dan ditambah dengan attenuator -3db untuk menhindari suara 'ngentut', Jangan lupa Q1 & Q3 menggunakan transistor yang low noise untuk RF.
6. Penambahan AGC audio di LM386
7. Penambahan roofing filter untuk mengurangi IMD pada input post mixer (+/-4Khz)





Rancangan ini berdasarkan skema BITX Ver 3a. Cara2 dan ururan perakitannya juga sama dengan BITX V3a tersebut.

PCB Exciter digabung dengan PA linear untuk mengurangi masalah pengkabelan. Jarak komponen juga diperlebar untuk memudahkan penyolderan (bagi pemula sekalipun). Jenis komponen juga masih banyak tersedia, kecuali toroid material 43 atau 2 yang agak sulit. Mudah2an ada yang mau menyediakan. Ukuran PCB Exciter 16cm x 11 cm, dan PA linear 3.5cm x 11 cm. 


BITX 4.1 part 3.

RX :
1. BPF ini menggunakan 3 koil IFT 10.7Mhz yang bekerja sebagai filter pada range 7.00-7.20Mhz. Bekerja secara bilateral.
2. RF amplifier, transistor yang low noise dan high dinamik menjadi 'wajib', biasanya menggunakan TR yang digunakan pada penguat CCTV atau booster TV. Gain jangan terlalu kuat, cukup 10-12db, agar NF tidak naik.
3. Mixer diode, merupakan bagian 'terpenting' dari rangkaian RX secara keseluruhan sebagai 'pintu gerbang' sinyal yang di konversi ke sinyal IF. Bagian ini paling menentukan sensitifitas dan dinamika. Linieritas menjadi perioritas. Jangan 'sembarangan' menggunakan toroid yang nggak jelas. Output port IF di mixer, terkenal banyak sinyal, hasil penggabungan RF + LO. Jika mixer bekerja dg linearitas tinggi, seharusnya hanya sinyal RF+LO atau |RF-LO|. Jika bekerja kurang linear, maka akan semakin banyak sinyal harmonik dari RF (1xRF, 2xRF, ... nxRF) dan harmonik LO (1xLO, 2x LO, ... nxLO) yang bergabung, dan akan menghasilkan banyak sinyal di port IF. Masalah ini biasanya dinamakan Intermodulation Distortion (IMD).
4. Untuk membatasi sinyal2 liar dari mixer, maka sebelum diperkuat oleh post mixer amp (10-12db) perlu di filter dulu. Filter ini biasanya di sebut sebagai filter DIPLEXER yang merupakan gabungan antara LPF dan HPF (pake LC) yang membentuk BPF selebar 20-25Khz. Sekarang menggunakan xtal filter dengan nama ROOFING FILTER. BW roofing filter >= BW filter utama.
5. Filter utama dibentuk dengan 4x xtal, bagian ini menentukan selektifitas, dan bekerja secara bilateral (dua arah).
6. IF amplifier, punya fixed gain sekitar 25db. 
7. PD/BM, bekerja secara bilateral. Masalah utama disini, adalah bagus sebagai PD, belum tentu bagus sebagai BM. Atur trimpot 100 ohm, dan trimmer agar bekerja optimal di kedua fungsi tersebut. BM, harus bisa mengurangi sinyal carrier sampai -40db. Output PD memerlukan terminasi 50 ohm, biasanya cukup menggunakan 51 ohm yang diseri dengan 0.1uF ke ground.
8. BFO harus bisa mengeluarkan sinyal minimal 10-20mW, agar PD/BM bekerja optimal. Diode germanium (matched) tentu lebih bagus dibandingkan diode silikon.
9. Impedansi output PD adalah rendah, sekitar 50 ohm, membutuhkan low impedance preamp. Agar mathced, input sinyal dilewatkan ke emitor. Gain 2 tingkat preamp ini lumayan besar (+40db) dan low noise. Sebagai penguat audio, saya masih 'percaya' pada LM386 dan dilengkapi dengan AGC.

TX.
10a. Preamp mic menggunakan impedansi output rendah (50 ohm). Skema ini hanya cocok untuk mic condenser. Jika mmenggunakan mic dinamik, harus di tambah satu penguat lagi. Audio output sekitar 2-5mW pada 50 ohm, cukup untuk mendorong BM diode. 
10b. Balanced Modulator (BM). Hasil sinyal DSB-nya cukup kuat, seringkali penguat BM menjadi masalah self osilasi. Dari pada membuat masalah, prnguat ini dibuang, dan diganti dengan diode switch ke x-Tal filter.
12. Dilanjutkan ke penguat TX sebelum mixer. Mixer diode 1N4148, port IF-nya sangat rentan dengan sinyal besar (IIP3), maka outputnya perlu diberi attenuator sebelum masuk mixer. Output dari mixer, dengan conversion loss sebesar -10db (dalam praktek). biasanya masih kecil (0.2-0.3 mW).
11. Local Oacilator terdiri dari VFO + buffer + penguat. VFO bekerja pada 2.8-3.00Mhz agar bisa bekerja pada band 7.00-7.20Mhz dengan IF 10Mhz. RF out LO sekitar 15-20mW, cukup untuk memasok mixer diode. 
13. Output Mixer dikuatkan agar bisa keluar sekitar 5-10mW sebelum masuk BPF. Selanjutnya masuk ke buffer (2SC2053), agar bisa mengeluarkan sekitar 100mW.
14/15. PA linear menggunakan 2 tingkat, IRF510 sebagai driver dan IRF520 sebagai power final, dengan total gain sekitar 20db, rasanya mudah untuk mengeluarkan 10W dengan input 100mW.
16. Saklar LPF untuk RX & TX.
17/18. Filter PSU dan saklar RXTX.

Modifikasi pada Mixer/PD/BM :
1. Jika menginginkan sensitifitas & dinamika yang lebih baik, mixer bisa diganti dengan SBL-1, SRA-1, ADE-1, RMS-1/2, dsb
2. Untuk audio yang jernih, PD/BM juga bisa diganti dengan mixer yang sama di atas

Kamis, 16 April 2015

50W LINEAR PA UNTUK BIZAL40

Exciter Bizal40 hanya mengeluarkan sekitar +/- 5mW, tentu saja membutuhkan penguat daya sampai 10000x atau 40db agar keluar sekitar 50W.

Pre-driver adalah penguat 2 transistor yang akan keluar sekitar 150-200mW dan cukup untuk mendorong IRF510 agar keluar sekitar 2-3W.
Dari beberapa transistor irex, IRFP150 masih cukup linear jika drain mengambil 8-10A.
rangkaian ini cukup sederhana, dan bisa dibuat dengan PCB bolong atau PCB polos. Transistor IRF510 dan IRFP150 bisa dipasang langsung ke heatsink dengan isolasi mica washer.
Jika dikerjakan dengan tegangan 13.8V, RF out sekitar 50W dengan menarik arus sekitar 8A. 
Jika menginginkan power lebih besar lagi +/- 120W, bisa menggunakan tegangan 24V hanya dengan sedikit mengubah arus diam atau idle current IRF510 dan IRFP250, agar arus drain IRFP150 tidak lebih dari 10A. 




Senin, 30 Maret 2015

Dual Band PLL-VFO MC145151P2 dengan Electronic dial

IC PLL MC145151P2 ini mudah dicari dengan harga 50-70 ribu sebuah. IC ini merupakan PLL lengkap, karena di dalamnya sudah tersedia :
- Pembagi utama biner 14 bit (3-16.383)

- Pembagi referensi yang bisa dipilih (3 bit): 8, 128, 256, 512, 1024, 2048, 2410, 8192
- Phase detector performa tinggi
- Bisa bekerja 1-30Mhz

Rancangan PLL ini ditujukan bagi temen2 yang menginginkan signal LO performa tinggi dengan phase noise di bawah -120dbc. PLL-VFO masih belum bisa dikalahkan dengan DDS sekelas 14bit sekalipun.
Fitur-fiturnya :
- Dual band VFO yang bekerja dari 1-20Mhz dengan xtal ref 10.24Mhz dan pembagi 8192 sehingga mempunyai step 1.25Khz. Jika ingin mengubah step, baca datasheet IC-nya.
- Clarifier +/- 2Khz, sebagai fine tuning, untuk menepatkan kerja LO, menggunakan diode zener 33V atau 1N4007.
- Menggunakan electronic dial dengan IC murah meriah (@3 ribu, 1x CD4011, 1x CD4013, dan 3x CD4516) dengan range selebar 1.25Khz x 512 (10 bit) = 640Khz, 1.25Khz x 1024 (11 bit) = 1280Khz, 1.25Khz x 2048 (12 bit) = 2560Khz. Pemilihan range kerja dilakukan via jumper.
- Band switch menggunakan diode matrix untuk menentukan 4bit MSB (pembagi terbesar), sekaligus terintegrasi dengan switch BPF dan LPF.

Referensi :



BIZAL40, Bidiamp Exciter dari Bogor (YC1ZAL).

Project akhir tahun 2014 .: 
BIZAL40, Bidiamp Exciter dari Bogor (YC1ZAL). 

Ini rancangan khusus bagi yang fanatik dengan mixer SBL-1, walaupun dengan modifikasi bisa menggunakan mixer lain, yang penting punya spesifikasi RF/LO/IF port input DC-500Mhz. Port to port isolasinya juga lumayan, -40db. Penekanan carrier juga -45db. 
Penggunaan SBL-1 membuat 'nyaman' dalam eksperiment, tanpa takut carrier nyelonong atau self osilasi. http://www.minicircuits.com/pdfs/SBL-1+.pdf
LO tidak dibuat, agar temen2 bisa memilih untuk menggunakan VFO, PLL, atau DDS. Tetapi penguat LO sudah disediakan (+7dbm)
Linear PA juga tidak disediakan, agar bisa menggunakan rancangan linear PA lainnya.

Rancangan ini terkesan minimalis dengan jumlah komponen sekitar 190 parts, yang bisa dirakit dalam waktu 3-4 jam (1 menit 1 komponen).
Walaupun minimalis, fitur-fiturnya cukup standar seperti :
1. BW sekitar 2.7Khz
2. Dual AGC di depan, RF Amp dan IF Amp
3. Penguatan Rx dan Tx bisa diatur dengan mengurangi atau menambah resistor emitor degeneration.
4. Menggunakan low impedance audio preamp, yang sangat peka untuk menerima sinyal sampai orde 0.01uV di produk detektor.
5. Filter 2.7Khz pada audio yang membuat audio terdengar renyah

Rancangan ini, 100% diambil dari buku EMRFD nya Wes Hayward W7ZOI.
Mohon maaf, saya TIDAK menyediakan pcb atau kit-nya, tetapi jika berminat untuk bikin sendiri, silahkan download file pdf-nya



Rabu, 28 Januari 2015

Micro-SDR40 Kit Ver 1.4 tersedia mulai 29 Januari 2015 (SOLD OUT)

Software Defined Radio adalah radio yang yang sebagian besar perannya didifinisikan pada software atau perangkat lunak. Banyak sekali skema front end yang betebaran di internet, mulai produk jadi buatan Flex-Radio, setengah jadi buatan Genesis Radio, sampai BlekokQRP Micro-SDR40 (monoband SDR 3W 40M transceiver). Semua hardware ini berfungsi sebagai Front End dari SDR. Jadi, hampir 80% semua proses receive dan transmitt dilakukan oleh software.
Software SDR memerlukan 2 signal I (In phase) dan Q (quadrature) signal agar bisa diproses menjadi mode-mode yang diinginkan seperti AM, LSB, USB, CW, dan mode DIGITAL. Selain fitur mode, software juga akan mengerjakan fitur2 AGC, NOISE BLANKER, NOISE REDUCTION, BANDWIDTH, dan banyak fitur2 lainnya. SEMUANYA dikerjakan oleh software.

Diagram blok secara Umum





Diagram Blok Micro-SDR40


Skema Micro-SDR40

Layout di PCB


Hasil


Cukup kecil di tangan


Micro-SDR40 sudah dibuat lebih dari 200 unit kit (bukan assembled modul). Kit ini dirancang untuk menggunakan software GSDR (Genesis SDR) yang bisa di download secara gratis di   http://www.genesisradio.com.au/GSDR/ dan cara pemasangannya di http://genesisradio.com.au/GSDR/new/Documentation/html/English/GSDR/?page_id=71.
Anda bisa mencoba sendiri program GSDR dengan input wav file, dan bisa download baseband audio Micro-SDR40 di http://s000.tinyupload.com/index.php?file_id=22547230793544097724

Spesifikasi :
Kit Micro-SDR40 memerlukan komputer dengan WinXP atau Win 7 dan program GSDR. Komputer harus dilengkapi dengan soundcard 24bit 48KHz, 96Khz, atau 192Khz. Juga dibutuhkan serial port atau USB to serial converter (BAFO).

1. Sensitifitas sangat tergantung dari kualitas soundcard, tetapi secara umum, NE602 mempunyai sensitifitas 0.2uV .
2. Range kerja sangat tergantung dari bitrate soundcard dengan frekwensi tengah pada 7.056Mhz +/- 48Khz (untuk soundcard 96Khz)
3. 3W (maks) RF Out.
4. Waktu perakitan sekitar 2-6jam tergantung tingkat ketrampilan.

Kit sudah tersedia mulai 29 Januari 2015 dalam jumlah terbatas. Harga kit dan ongkos kirim bisa sms ke 087870168000 atau email ke yd1jjj __at__ gmail titik com (buang garis bawah).

Senin, 27 Oktober 2014

BITX40V4 40M SSB TRANSCEIVER, HEBATNYA SEBUAH KESEDERHANAAN KONSEP BITX

Teringat 12-13 tahun lalu, saya merakit 40M ssb transceiver yang skemanya saya ambil dari ARRL Radio Amateur Handbook 2001, dan diselesaikan lebih dari setahun.
Suatu saat saya dikenalkan dengan skema sederhana BITX20 Ver 1 buatan Ashhar Farhan VU2ESE th 2004, baca 'hanya skema saja'.
Lalu saya merakit secara 'ugly construction' atau bahasa kerennya 'konstruksi acak aduk'. Ajaib, hanya seminggu merakit, receiver sudah berbunyi, luar biasa. Sebulan kemudian saya sudah bisa mancar dengan 2W.
Sambil belajar software pcb layout (protel, eagle, terakhir expresspcb), eksperiment jalan terus setiap hari minggu.
Maka munculah rancangan PCB BITX 80M pertama kali di akhir 2004,http://www.geocities.ws/indrasep/img/bitxcomponent.jpg.
Setahun kemudian muncul blekokqrp 80M SSB trx yang merupakan modifikasi BITX20,
Sejak 2007, saya asyik dengan beberapa transceiver rancangan sendiri.
Awal 2013, saya merakit kembali BITX Ver3 kit dari p Suhardi Malang dengan beberapa modifikasi pada komponen tanpa mengubah skema, dan sudah pernah saya posting di disinihttps://www.facebook.com/photo.php?fbid=4474242857383&set=gm.274260256043650&type=1&theater.
Memang BITX sampai Ver2 lebih banyak fokus pada fungsi daripada performa, sehingga banyak yang melakukan modifikasi BITX Ver1.
Banyak juga temen2 di grup ini mengubah beberapa fungsi mulai dari mic preamp, audio PA, RF linear PA dan sebagainya
Bahkan p Yoke Kurnia membuat BIXEN dengan penambahan banyak fitur (AGC+S-Meter, 3W audio PA, dsb) dan masih tetep mempertahankan konsep BITX awal.
Pada waktu saya merakit BITX ver3, banyak sekali ide untuk mengganti beberapa fungsi dengan skema yang sudah saya buat, agar performanya menjadi bagus, terutama dalam hal sensitifitas, selektifitas, dan dinamika.
Beberapa bagian yang saya 'bongkar' (tetep dengan biaya murah) adalah :
1. xtal filter
2. IF amp, AGC, S-Meter
3. audio
4. RF linear PA




BIMAR6, adalah BITX yang menggunakan MMIC MAR6 sebanyak 6 buah pada RF amp dan IF amp


Konsep pada layout PCB, adalah membuat pengkabelan sesedikit mungkin dan mudah ditambahi fungsi lain seperti CW keyer, multiband, dsb;

Agar pengkabelan banyak berkurang, maka sebisa mungkin memanfaatkan jumper jalur DC dan menempelkan konektor atau potensiometer di PCB bagian depan.
Untuk menghormati om Ashhar Farhan sebagai inspirator, saya menamakannya sebagai BITX40V4 40M SSB Transceiver.
Ashhar Farhan, thank you very much for your inspiration.

Referensi :