Adsense

Senin, 27 Oktober 2014

BITX40V4 40M SSB TRANSCEIVER, HEBATNYA SEBUAH KESEDERHANAAN KONSEP BITX

Teringat 12-13 tahun lalu, saya merakit 40M ssb transceiver yang skemanya saya ambil dari ARRL Radio Amateur Handbook 2001, dan diselesaikan lebih dari setahun.
Suatu saat saya dikenalkan dengan skema sederhana BITX20 Ver 1 buatan Ashhar Farhan VU2ESE th 2004, baca 'hanya skema saja'.
Lalu saya merakit secara 'ugly construction' atau bahasa kerennya 'konstruksi acak aduk'. Ajaib, hanya seminggu merakit, receiver sudah berbunyi, luar biasa. Sebulan kemudian saya sudah bisa mancar dengan 2W.
Sambil belajar software pcb layout (protel, eagle, terakhir expresspcb), eksperiment jalan terus setiap hari minggu.
Maka munculah rancangan PCB BITX 80M pertama kali di akhir 2004,http://www.geocities.ws/indrasep/img/bitxcomponent.jpg.
Setahun kemudian muncul blekokqrp 80M SSB trx yang merupakan modifikasi BITX20,
Sejak 2007, saya asyik dengan beberapa transceiver rancangan sendiri.
Awal 2013, saya merakit kembali BITX Ver3 kit dari p Suhardi Malang dengan beberapa modifikasi pada komponen tanpa mengubah skema, dan sudah pernah saya posting di disinihttps://www.facebook.com/photo.php?fbid=4474242857383&set=gm.274260256043650&type=1&theater.
Memang BITX sampai Ver2 lebih banyak fokus pada fungsi daripada performa, sehingga banyak yang melakukan modifikasi BITX Ver1.
Banyak juga temen2 di grup ini mengubah beberapa fungsi mulai dari mic preamp, audio PA, RF linear PA dan sebagainya
Bahkan p Yoke Kurnia membuat BIXEN dengan penambahan banyak fitur (AGC+S-Meter, 3W audio PA, dsb) dan masih tetep mempertahankan konsep BITX awal.
Pada waktu saya merakit BITX ver3, banyak sekali ide untuk mengganti beberapa fungsi dengan skema yang sudah saya buat, agar performanya menjadi bagus, terutama dalam hal sensitifitas, selektifitas, dan dinamika.
Beberapa bagian yang saya 'bongkar' (tetep dengan biaya murah) adalah :
1. xtal filter
2. IF amp, AGC, S-Meter
3. audio
4. RF linear PA




BIMAR6, adalah BITX yang menggunakan MMIC MAR6 sebanyak 6 buah pada RF amp dan IF amp


Konsep pada layout PCB, adalah membuat pengkabelan sesedikit mungkin dan mudah ditambahi fungsi lain seperti CW keyer, multiband, dsb;

Agar pengkabelan banyak berkurang, maka sebisa mungkin memanfaatkan jumper jalur DC dan menempelkan konektor atau potensiometer di PCB bagian depan.
Untuk menghormati om Ashhar Farhan sebagai inspirator, saya menamakannya sebagai BITX40V4 40M SSB Transceiver.
Ashhar Farhan, thank you very much for your inspiration.

Referensi :

Sabtu, 19 Juli 2014

TERSEDIA KIT MICRO-40S dan MICRO-SDR40 dalam JUMLAH TERBATAS (SOLD OUT)

Karena banyaknya email menanyakan kit QRP Micro-40S (40M SSB Transceiver) dan Micro-SDR40 (40M SDR Transceiver), maka saya membuat kit dalam jumlah terbatas.
Kit adalah PCB dengan komponen terurai, masih memerlukan waktu dan tenaga untuk melakukan perakitan dan pengetesan. Memerlukan pengetahuan dan ketrampilan dalam kategori intermediate agar kit bisa bekerja semsetinya.
Kit tidak termasuk box, kenop, koniektor dan kabel-kabel yang berhubungan dengan interface luar

Hasil kit Micro-40S setelah dirakit


Hasil kit Micro-SDR40


Untuk keterangan lebih lanjut (harga dan ongkos kirim) bisa email ke yd1jjj at gmail titik com
Terima kasih.

Selasa, 24 Juni 2014

High Performance Multi-Mode Multi-Band HF/VHF/UHF SDR TRANSCEIVER

Rancangan SDR ini menggunakan sistem heterodyne, dimana SDR exciter dikerjakan pada frekwensi 199Mhz. Inti dari SDR ini adalah MIQA-199D berasal dari Minicircuits, dimana mixer quadrature ini di dalamnya sudah ada spliter, 2x diode modulator/demodulator, dan 90 degree phase shift LO.
Agar exciter ini bisa bekerja pada HF maka perlu dimixer dengan LO 170-198Mhz, 147-148Mhz (6M), 59-69Mhz (2M) dan 230-240Mhz (70cm). LO bisa menggunakan Si570 atau Hybrid PLL.

Skema


LO menggunakan Hybrid PLL

SDR Exciter di 199Mhz dan VCO 145-245Mhz


199Mhz Exciter PCB Layout


Micro-SDR40 3W 40M Multi-mode SDR Transceiver

Software Defined Radio adalah radio yang yang sebagian besar perannya didifinisikan pada software atau perangkat lunak. Banyak sekali skema yang betebaran di internet, mulai produk jadi buatan Flex-Radio, setengah jadi buatan Genesis Radio, maupun kit Avala bikinan Mr.Tasa. Semua hardware ini berfungsi sebagai Front End dari SDR. Jadi, hampir 80% semua proses receive dan transmitt dilakukan oleh software.
Software SDR banyak yang gratis, mulai yang hanya berfungsi sebagai receive saja atau sekaligus juga sebagai transceiver. Contohnya, HDSDR dan klon-nya, SharpSDR (receive) maupun PowerSDR, GSDR (transceiver), serta lebih banyak lagi, dan sekali lagi, semuanya GRATIS.
Software SDR memerlukan 2 signal I (In phase) dan Q (quadrature) signal agar bisa diproses menjadi mode-mode yang diinginkan seperti AM, LSB, USB, CW, dan mode DIGITAL. Selain fitur mode, software juga akan mengerjakan fitur2 AGC, NOISE BLANKER, NOISE REDUCTION, BANDWIDTH, dan banyak fitur2 lainnya. SEMUANYA dikerjakan oleh software.



Sejak 2011, saya banyak bereksperiment dengan SDR bersama dengan Pak Feri Yusivar YC1COZ dan Pak Zamiel Ryadi YF1OO. Sebelumnya saya lebih banyak menggunakan Tayloe detector sebagai Quadrature Sampling Detector (QSD) dan sebagai Quadrature Sampling Encoder (QSE), dengan IC FST3253, 74CBT3253, 74HC4066, dan IC multiplexer lainnya. Dengan mixer diode saya menggunakan MIQA-72.5D atau MIQA-199D, quadrature mixer produk Minicircuit, dan harganya juga lumayan, US$54 (harga resmi).
Karena sulitnya cari komponen di atas, akhirnya saya mencoba untuk menggunakan 2x NE602 sebagai QSD maupun QSE.

Diagram Blok

Skema

Layout di PCB


Hasil


Cukup kecil di tangan


Selasa, 10 Juni 2014

80M SSB EXCITER MENGGUNAKAN IF 455Khz

Saya sangat beruntung mengikuti pertemuan kumpul-kumpul komunitas penggemar SSB gg Mangga hari Minggu 8 Juni 2014 di Cibinong (rumah p Rachman Junaidi). Acara ini saya ketahui Sabtu malam dari temen, lalu saya hubungi salah seorang penggagas acara tsb di FB, ternyata benar.

Konsep SSB gg Mangga hampir sama dengan SSB klaten, hanya karena yang eksperiment berbeda, hasilnya sirkitnya jadi sedikit berbeda. Tetapi ini nggak masalah, selama kitnya bisa dikerjakan dengan mudah.

PCB exciter ssb gg mangga cukup kecil, dengan jumlah komponen yang tidak terlalu banyak  Yang menjadi persoalan, adalah IC MC1496, CF 455Khz, dan trafo IF 455Khz sudah jarang, sedangkan komponen tersebut adalah jantungnya exciter.


Sesampai di rumah, saya berfikir, bagaimana caranya merancang exciter 455Khz sebagai alternatif exciter yang murah, seperti komponen apa saja yang bisa diganti, yang jelas, filter nggak bisa diganti. Saya berfikir untuk menggunakan transistor jenis yg sama (kecuali LM386), dan mengganti mixer MC1496 dengan mixer diode, dan trafo IF 455Khz dibuang. Masalah muncul, karena impedansi mixer diode sekitar 50 ohm, sedangkan keramik filter punya impedansi 2000-3000 ohm. Lalu saya mencoba eksperiment untuk mengganti trafo IF 455Khz, yaitu dengan fixed coil dari 56uH sampai 120uH, ternyata yang pas adalah dengan 100uH + 1200pF. Agar bisa matched dengan diode mixer, maka 1200pf diganti dengan 2 buah kapasitor yang diseri (1800pf + 3300pf). Inilah hasil rancangannya :


80M SSB Exciter Tanpa AGC


80M SSB Exciter dengan AGC Transistor



80M SSB Exciter dengan AGC diode


80M SSB Exciter dengan ZN414 IF subsistem




80M SSB Exciter dengan ZN414 IF subsistem + Mechanical Filter F455FD19



Referensi : Murata Filter

 

Rabu, 21 Mei 2014

QRP STYLE

adalah 'kondisi' dimana si operator 'mau' menggunakan 'POWER RENDAH'. Bahkan dalam sisi hombrewer berkembang menjadi 'kondisi' yang sederhana, minimalis, gampang dirakit, dan murah biayanya. 
Kunci sukses dalam bermain QRP memang pada 'kesabaran', 'ketelatenan', serta perangkat 'receiver' dan 'antenna' yang memadai.
Agar receiver bisa sederhana, beberapa homebrewer melirik ke DC receiver yang mudah dibuat, tetapi punya kelemahan pada sisi 'selektifitas'. Kalau 'sensitifitas' dan 'dinamika' setara dengan superheterodyne, bahkan bisa lebih.
QRP style kebanyakan menggunakan mode CW dan data. Mode phone juga masih banyak.
Mode CW (A1) hanya menggunakan bw selebar 100Hz.
Mode PSK31 menggunakan bw sekitar 32Hz
Mode SSB (LSB/USB) menggunakan bw 2000-3000Hz
Agar bisa 'terbaca', CW hanya butuh signal +2db di atas QRM, sedangkan SSB butuh +10db di atas QRM.
Dari gambaran di atas, jelas CW lebih efisien 20x (+12db) dan lebih tahan QRM (+8db) dibandingkan SSB. Gambaran nyatanya adalah 1W (30dbm) CW setara dengan 100W (50dbm) SSB.

Apakah QRP transceiver cukup banyak?
Seluruh transceiver pabrik dan DIY adalah QRP transceiver, cukup dengan menurunkan RF power out sampai < 10W.

Banyak sekali QRP transceiver yang biayanya cuma seharga 'sebuah 2SC2290' yang cukup ditenagai dengan Wall PSU (1-2A).
Mohon komentar-komentar tambahan dari temen-temen ...
DO MORE WITH LESS POWER



80M POPCORN DC TRANSCEIVER



Skema ini basis-nya dari Popcorn DC Receiver Mainframe, sudah saya coba dalam bentuk manhattan style, luar biasa hasilnya, dengan komponen kelas 'murah'. 
Bagian audionya, saya gunakan pada Emprit SSB Transceiver, dan Letik SSB Transceiver. Emprit SSB transceiver sekarang sudah sampai Ver 4 dan dibuat oleh Om Amirudin YC2MAP. Pada Popcorn DC receiver, saya tambahin DSB dan CW transmitter agar bisa lengkap menjadi Popcorn DC transceiver. Sayang 'bangkainya' sudah ilang. Barangkali ada yang mau eksperimen, sekalian modifikasi dengan VFO atau DDS, dan PCB layout-nya.

Referensi :